Hati Teori Hadis, dan Teori Psikologi A. Hati Ibn al-Mandzur menjelaskan bahwa kata "qalb" berasal dari akar kata qa-la-ba yang berarti membalikkan sesuatu (tahwil al-syai'). Kemudian beliau juga menjelaskan bahwa qalbu adalah segumpal daging dari fu'ad yang tergantung
Segumpaldarah yang aku maksudkan adalah HATI Hadis Riwayat Al Bukhari from AA 1
Ingatlahsegumpal daging itu adalah hati (jantung). " (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari no. 2051 dan Muslim no. 1599] Faedah Hadits Pertama: Ada tiga hukum yang disebutkan dalam hadits di atas, yaitu (1) halal, (2) haram, dan (3) syubhat.
HaditsTentang Akhlak. Berikut beberapa hadits tentang akhlak yang menunjukkan keutamaan dan pentingnya akhlak mulia : قال رسولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- : "إِنَّ لِكُلِّ دِيْنِ خُلُقًا وَخُلُقُ الإسلامَ الْحَيَاءُ. Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, dia
1 Bahwa menjauhi makanan yang haram dan yang syubhat adalah suatu kewajuban, hal tersebut sebagaimana yang telah dijelaskan pada hadis terdahulu. 2. Bahwa boleh memakan hewan semblihan yang tidak diketahui tata cara penyemblihannya, akan tetapi dengan syarat, bahwa pada saat memakan semblihan tersebut, hendaklah membaca basmalah. 3.
Karenahati adalah raja dan anggota badan adalah prajuritnya. Jika rajanya berlaku benar, maka prajuritnya akan berlaku benar. Rasulullah saw. bersabda: "Ketahuilah bahwa di dalam badan terdapat segumpal darah. Jika ia baik maka semua anggota badan akan baik. Jik ia rusak, maka semua anggota badan akan rusak. Segumpal darah itu adalah hati." 4.
pJwc1. JAKARTA - Dalam Alquran, keadaan hati manusia digambarkan dalam beberapa cara. Misalnya, hati yang tenteram, yakni lantaran orang itu beriman dan selalu mengingat Allah SWT. "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram" QS ar-Ra'd 28. Ada pula hati yang bersih karena seseorang selalu beribadah dengan niat tulus mencari ridha Allah QS asy-Syu'ara'89. Selanjutnya, hati yang berpenyakit. Ini disebabkan kebiasaan berdusta dari orang yang memilikinya. Mereka adalah orang-orang munafik, yang menampakkan kesalehan di hadapan orang beriman dan menyembunyikan kekafiran dalam hatinya. Siksaan yang pedih merupakan balasan bagi mereka QS al-Baqarah 10. Selain itu, ada hati yang gelap dan jelek disebabkan keengganan menerima kebenaran Ilahi. Hati ini diilustrasikan seperti kerasnya batu, bahkan lebih keras dari batu QS al-Bbaqarah74. Demikian pula, hati yang takabur karena menolak keesaan Allah QS an-Nahl22. Sejatinya, kita selaku kaum muslimin harus selalu menyirami hati kita dengan berzikir kepada Allah, serta menjauhkan dari rasa hasud, dengki, sombong, amarah, dan hawa nafsu yang selalu menjerumuskan kepada kesesatan. Dan selalu mengingatkan saudara kita dari kegelapan serta kesesatan hati yang dimurkai Allah SWT. Rasulullah saw selalu bermunajat kepada Allah, "Ya Allah terangilah hati-hati kami dengan cahaya petunjuk-Mu, seperti Engkau menyinari alam semesta ini selamanya dengan sang surya dan rahmat-Mu". Begitu pentingnya hati dalam diri seorang insan. Sebab, itulah parameter sehat atau rusaknya keseluruhan orang itu. Nabi SAW bersabda, "Sesunguhnya dalam jasad manusia terdapat segumpal darah. Jika rusak, maka rusaklah semua jasad manusia. Dan jika beres, beres pulalah semua jasad manusia. Ingatlah bahwa ia adalah hati" HR Bukhari-Muslim. Sabda Nabi tersebut memberikan penjelasan kepada kita, bahwa hati merupakan pusat 'komando' perilaku hidup manusia. Jika perilaku hidupnya selalu memberikan kemudlaratan, baik terhadap dirinya maupun orang lain, hal ini dikarenakan hatinya ternodai oleh bisikan setan. Begitu pula sebaliknya, jika kehidupannya beres dan selalu berbuat baik, serta memberikan manfaat, baik terhadap dirinya maupun orang lain, hal ini dikarenakan hatinya yang selalu berdzikir dan selalu mendekatkan diri kepada Ilahi Rabbi. sumber Pusat Data Republika
Mari renungkan sejenak…!! Sesungguhnya segumpal daging itu adalah hati, yang hakikatnya adalah iman. Hati iman yang baik/lurus akan membuat baik seluruhnya namun apabila hati iman rusak/sakit/sesat maka akan rusak seluruhnya. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ” أَلا وإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ وإذَا فَسَدَت فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ أَلا وَهيَ القَلْبُ.“ رواه البخاري ومسلم. “Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika segumpal daging itu baik, maka akan baik seluruh tubuh manusia, dan jika segumpal daging itu buruk, maka akan buruk seluruh tubuh manusia, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia.” HR. Bukhari dan Muslim Hati iman kita bagai tumbuhan yang perlu dipupuki, disiram dan dirawat. Tampilan fisik hati iman yang baik adalah akhlaq yang baik, pergaulan yang baik, menyenangkan dan dicintai karena itulah dikatakan, العمل الظاهر لازم للعمل الباطن لا ينفك عنه وانتفاء الظاهر دليل انتفاء الباطن “Amalan Zhahir adalah yang Lazim menunujukkan amalan bathin, tidak terpisah antara keduanya dan tidak adanya amalan zhahir menunjukan tidak adanya amalan batin.” Tatkala iman sedang baik seakan-akan tak ada yang lebih penting dari amal shalih namun saat kita tidak istiqamah memupukinya, iman semakin lemah/menurun, sehingga amal shalih sangat berat untuk dilakukan. ADA APA DENGAN IMAN KITA?, DAN BAGAIMANA CARA MEMBANGKITKAN KEMBALI IMAN KITA? Mari bergegaslah menuju ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui segala sesuatu yang membuat-Nya ridha kepada kita. Cukupkan sudah sampai disini, kembalilah… Semangatkan kembali dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala … Salah satu cara yang terbukti ampuh dalam memupuk kembali iman yang mulai layu adalah BERKUMPUL DENGAN ORANG-ORANG SHALIH, berkumpul dengan orang2 yang dekat dengan Allah Ta’ala. Pengaruh teman suasana yang baik sangat besar, banyak orang rusak karena temannya suasana dan banyak pula yang bertambah baik karena sahabat karibnya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah bersabda, ” مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً.“ “Permisalan teman yang baik dengan teman yang buruk adalah ibarat penjual minyak kasturi dan pandai besi. Si penjual minyak kasturi bisa jadi akan memberimu minyaknya tersebut atau engkau bisa membeli darinya, dan kalaupun tidak, maka minimal engkau akan tetap mendapatkan aroma harum darinya. Sedangkan si pandai besi, maka bisa jadi percikan apinya akan membakar pakaianmu, kalaupun tidak maka engkau akan tetap mendapatkan bau asap yang tidak enak.” HR. Bukhari no. 5534, Muslim no. 2628. Dalam riwayat yang lain, ” الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ.“ “Agama seseorang itu sesuai dengan agama teman dekatnya, maka hendaknya kalian memperhatikan siapa yang menjadi teman dekatnya.” HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim dan Ahmad, dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 927 Malik bin Dinar rahimahullah berkata وَصَاحِبْ خِيَارَ النَّاسِ تَنْجُ مُسْلِماً — وَصَاحِبْ شَـرَّارَ النَّاسِ يَوْماً فَتَنْدَمَا “Bergaul-lah dengan orang-orang yang baik, niscaya engkau akan menjadi seorang yang selamat. Namun cobalah sehari saja engkau bergaul dengan orang-orang yang jelek, maka niscaya engkau akan menyesal selamanya.” Adi bin Zaid rahimahullah berkata عَنِ الْمَرْءِ لَا تَسْأَل وَاسْأَلْ عَنْ قَرِيْنِه — فَـكُلُّ قَــرِيْنٍ بِالْمُقَـارِنِ يَقْتَــدِيْ إِذَا كُنْتَ فِيْ قَوْمٍ فَصَـاحِبْ خِيَارَهُمْ — وَلَا تَصْحَب الْأَرْدَى فَتَرْدَى مَعَ الرَّدِيْ “Tidak perlu engkau tanyakan tentang siapa seseorang itu, namun tanyakanlah siapa teman dekatnya. Karena setiap orang itu meniru tabiat teman dekatnya, Jika engkau ada di suatu kaum, maka bertemanlah dengan orang-orang yang baik di antara mereka dan janganlah berteman dengan orang-orang yang hina di antara mereka, niscaya engkau menjadi hina bersamanya.” Ayo… tegaskan diri kita untuk bergegas meninggalkan maksiat, bertaubatlah secepatnya. Sesungguhnya pengampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala amatlah luas. HIDAYAH ALLAH SELALU MENGHAMPIRI NAMUN AKANKAH KITA MENERIMANYA? Jangan katakan hidayah belum datang, jangan… Karena rahmat Allah Azza wa Jalla amat luas. Allah Ta’ala tidak mungkin mencelakakan hamba-Nya. Sesungguhnya kita-lah yang lalai, kitalah yang menolak dan kita pula-lah yang berbuat salah. Jangan salahkan takdir untuk pembenaran atas kesalahan-kesalahan kita… ﴿ مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا ۗ وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ ﴾ “Barangsiapa yang mengerjakan amal yang shaleh maka pahalanya untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dosanya untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hamba-Nya.” QS Fushshilat Ayat 46 ﴿ مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولا وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا ﴾ “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari kesalahan dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. dan cukuplah Allah menjadi saksi.” QS, An-Nisaa 79 Kerusakan itu karena kita… Kesombongan dan keangkuhan kita yang merusak semua. Apa jadinya jika Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak Maha Memaafkan? Apa jadinya jika kita terus dilalaikan oleh Allah? Sungguh hari akhir sangatlah berat dan besar. Bagaimana nasib saudara2 kita -atau bahkan kita- yang tidak meyakini adanya akhirat? Adakah penolong lain selain Allah Subhanahu wa Ta’ala? Renungkan bagaimana keadaan kita nanti di akhirat. Akan kah bekal kita cukup untuk menempuh beratnya hari hisab nanti? Cukupkan sudah semua, jangan terlena dengan kesenangan dunia yang menipu ini. Siapkan bekal dari sekarang… Tidak ada kata terlambat, dosa sebesar apapun, seberat apapun… Pasti Allah Subhanahu wa Ta’ala akan ampuni. Pengampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala amat luas. Allah Ta’ala berfirman, ﴿ قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ ﴾ “Katakanlah “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya yakni dengan taubat. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” QS. Az-Zumar 53 Dalam sabdanya, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengatakan ” إِنَّ اللهَ تَعَالى يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مَسِيءُ النَّهَارِ وَ يَبْسُطُ يَدَهُ .بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا.“ “Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kejelekan pada siang hari, dan Allah membentangkan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kejelekan pada malam hari, sampai matahari terbit dari barat.” HR. Muslim no. 2759 Jangan sampai kita mati dalam keadaan tidak beriman. Sang Khaliq Subhanahu wa Ta’ala telah melarangnya, ﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ ﴾ “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” QS. Ali Imran 102 Sungguh sangat berat perjalanan yang akan kita hadapi nanti. Perjalanan yang dimulai setelah kematian menjemput… Perjalanan yang amat panjang, amat berat, tiada teman yang menemani kecuali hanya kain kafan yang menyelimuti tubuh yang tak bernyawa… Kegelapan, jeritan, tangisan serta penyesalan bagi orang-orang yang tidak menggunakan kesempatan hidupnya di dunia untuk beribadah kepada Allah Azza wa Jalla… Lihatlah mereka, orang-orang jahil, mereka sering mengatakan “rest in peace”/istirahat dengan damai kepada orang yang lebih dulu menghadap rahmatullah. Sejak kapan orang beristirahat dalam kuburnya? Islam tidak pernah mengajarkan itu, perjalanan itu justru baru dimulai ketika tanah telah menutupi tubuh kita. Azab kubur, hari kebangkitan, hari hisab semua amat melelahkan bagi orang-orang yang memiliki hati iman yang sakit/rusak/sesat. Bekal terbaik setelah kematian adalah iman dan amal shalih. Iman dan amal shalih adalah hasil dari penjagaan, pemupukkan, pemeliharaan juga usaha dalam meningkatkan iman -yang merupakan segumpal daging yang terdapat pada setiap manusia-. Baik ianya, maka baik pula iman serta amalnya dan akan baik pula akhiratnya yang merupakan terminal akhir setiap manusia.. Do’akan kami juga kaum muslimin untuk tetap istiqamah serta dimudahkan dalam menjaga segumpal daging ini… Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat memotivasi kita dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala Amiin… Wallahu a’lam bish-shawab…. ——————————————————————————————————————- Penulis Ust. Abu Abdirrahman Al-Hajjamy, MA. Serpong, 25 Rajab 1435 H. / 25 Mei 2014 PERHATIAN !!! Diperbolehkan mengcopy serta memperbanyak content tulisan ini untuk kepentingan Da’wah Islamiyah dengan menyertakan sumber
Hasil pencarian tentang segumpal+daging+itu+adalah+hati Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging..., dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan...daging. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah darah kental lalu segumpal darah itu Kami jadikan...segumpal daging daging yang besarnya sekepal tangan dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang..., lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging menurut qiraat yang lain lafal 'Izhaaman dalam Lalu Allah menjadikan daripadanya dari air mani yang telah menjadi segumpal darah, segumpal daging Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya menjadi 'alaqah, kemudian menjadi segumpal...daging hingga akhir penciptaannya. Kemudian adalah mani itu menjadi segumpal darah lalu Allah menciptakannya dari air mani itu menjadi penciptaan masing-masing di antara kalian, yaitu mulai dari air mani, lalu berupa darah kental, kemudian segumpal...daging, lalu menjadi manusia dan penciptaan apa yang bertebaran di muka bumi berupa makhluk-makhluk...yang melata arti kata Ad-Daabbah adalah makhluk hidup yang melata di permukaan bumi, yaitu berupa manusia kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, menjadikan kalian dalam perut ibu kalian kejadian demi kejadian yaitu mulai dari air mani, kemudian menjadi segumpal...darah, lalu menjadi segumpal daging dalam tiga kegelapan yaitu gelapnya perut, gelapnya rahim dan...Yang berbuat demikian itu adalah Allah, Rabb kalian, Rabb Yang mempunyai kerajaan; tidak ada Tuhan selain Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. ketahuilah sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal...darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan...Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan sedikit pun dari daging dan otot melainkan dia melahapnya...habis-habisan, kemudian daging dan otot itu kembali seperti semula, lalu dilahapnya lagi, demikianlah Maka dia pergi yakni ia beranjak dari situ menemui keluarganya dengan diam-diam kemudian dibawanya daging...Di dalam surah Hud telah disebutkan pula melalui firman-Nya, "... dengan membawa daging anak sapi yang...Hud, 69 yakni daging anak sapi gemuk itu sudah dipanggang. kalian semua, bahwa Allah tidak melihat bentuk badan dan perbuatan lahir kalian, tetapi Dia melihat hati...Tetapi Dia menginginkan kekhusukan hati kalian....Maka dari itu, keridaan-Nya tidak akan bisa didapatkan melalui pembagian daging dan penumpahan darah...hewan kurban itu semata, tetapi yang bisa mendapatkannya adalah ketakwaan dan ketulusan niat....Semua penundukan itu Kami lakukan demi kepentingan kalian dan agar kalian mengagungkan Allah atas petunjuk Kemudian ia datang dengan membawa daging anak sapi yang gemuk....Daging itu pun didekatkan kepada mereka. Tetapi mereka tidak memakannya. Kemudian ia datang dengan membawa daging anak sapi yang gemuk....Daging itu pun didekatkan kepada mereka. Tetapi mereka tidak memakannya. menciptakan manusia atau jenis manusia dari 'alaq lafal 'Alaq bentuk jamak dari lafal 'Alaqah, artinya segumpal Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan Sesungguhnya kalian lebih ditakuti lebih disegani dalam hati mereka dalam hati orang-orang munafik...itu daripada Allah karena siksaan-Nya yang ditangguhkan....Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tiada mengerti. Adam dari tanah, kemudian Kami ciptakan anak cucunya dari setetes nuthfah air mani kemudian dari segumpal...darah darah yang kental kemudian dari segumpal daging daging yang besarnya sekepal tangan yang sempurna...dapat mengambil kesimpulan daripadanya, bahwa Allah yang memulai penciptaan dapat mengembalikan ciptaan itu...ibu-ibu kalian sebagai bayi lafal Thiflan sekalipun berbentuk tunggal tetapi makna yang dimaksud adalah... menjadi hidup dan suburlah ia hidup dengan suburnya serta dapat menumbuhkan huruf Min adalah huruf Allah tidak pernah menciptakan dua hati dalam diri seseorang....Dengan berkata seperti itu, sang istri seolah-olah menjadi ibunya....Hal itu-ketika kalian memberikan kedudukan anak angkat sama dengan kedudukan anak darah daging sendiri...-adalah perkataan yang tidak ada sisi benarnya dan tidak ada dampak hukumnya....Allah bermaksud menyatakan kebenaran dan membimbing kalian kepada kebenaran itu. dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Kecuali lain halnya dengan orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih" dari syirik...dan munafik, yang dimaksud adalah hati orang Mukmin, maka sesungguhnya imannya itu dapat memberi manfaat dengan membaca kabar gembira yaitu akan diberi anak bernama Ishak dan menyusul Yakub anak Ishak sesudah itu...mashdar Ibrahim menjawab, "Selamatlah." atas kalian Maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging...anak sapi yang dipanggang daging panggang anak sapi. Setelah membuahi ovum, sperma itu Kami jadikan darah....Darah itu pun kemudian Kami jadikan sepotong daging yang kemudian Kami bentuk menjadi tulang....Tulang itu lalu Kami balut dengan daging. Setelah itu, Kami menyempurnakan penciptaannya. Para pelayan itu juga membawakan buah-buahan, dengan berbagai macam jenis yang dapat mereka pilih dan...lihat, dan daging burung yang mereka inginkan. Para pelayan itu juga membawakan buah-buahan, dengan berbagai macam jenis yang dapat mereka pilih dan...lihat, dan daging burung yang mereka inginkan. Sesungguhnya kamu dalam hati mereka lebih ditakuti daripada Allah....Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak mengerti. Sahabatnya yang beriman itu mengatakan, "Apakah kamu merelakan dirimu mengingkari Tuhan yang telah menciptakan...moyangmu, Adam, dari segumpal tanah dan menjadikan keturunannya dari setetes air mani. Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir lagi... lalu hati mereka dikunci mati; karena itu mereka tidak dapat mengerti. Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan untuk mereka nikmati sepuas-puasnya.
Oleh Hermansyah DALAM sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Nu’man ra, Rasulullah SAW bersabda “Ketahuilah bahwa dalam jasad itu terdapat segumpal darah, yang apabila ia baik maka baik pula seluruh jasadnya. Dan apabila ia rusak, maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa gumpal darah itu adalah hati. HR. Bukhari Muslim. Dalam lain, Rasulullah SAW bersabda Dari Abu Hurairah ia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda “Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk rupa kalian dan tidak juga harta benda kalian, tetapi Dia melihat hati dan perbuatan kalian”. HR. Muslim. Dari hadits di atas kita dapat memahami bahwa hati ternyata laksana komandan pasukan atau nakhoda sebuah samudera. Dimana segala perintah dan arah tujuan dari pasukan atau bahtera tersebut sangat ditentukan oleh sang jenderal atau nakhoda. Jika jenderal atau nakhodanya memiliki niat dan tujuan yang baik, insya Allah akan membawa pasukannya menuju kejayaan dan sampai kepada pelabuhan yang dituju dengan baik. Sebaliknya, jika ia memiliki tujuan yang jahat, maka pasukan atau kapal tersebut sedang berjalan ke arah yang negatif. Oleh karena itulah sangat penting bagi manusia untuk memiliki hati yang bersih guna menjadikan kehidupan kita benar-benar sedang melaju ke arah yang baik, yaitu keridhaan Allah SWT. Imamal-Ghazali mengungkapkan, “bahwa hati merupakan sesuatu yang paling berharga dalam diri manusia. Karena dengan hatilah, seseorang mampu mengenal Allah, beramal untuk mengharapkan ridha-Nya dan juga guna mendekatkan diri kepada-Nya. Sedangkan jasad pada hakekatnya hanyalah menjadi pelayan dan pengikut hati, sebagaimana seorang pelayan terhadap Sebaliknya hati yang buruk akan membawa manusia kepada kahancuran dan kenistaan. Sebuah perbuatan baik tidak ada ada nilai kebaikannya jika tidak dilandasi oleh hati atau niat yang tulus. Sebagian ulama mengibaratkan hati seperti cermin. Jika tidak dirawat dan dibersihkan, ia mudah kotor dan berdebu. Karena itu, Ibnul Qoyyim Al Jauziyah pernah mengatakan bahwa hati manusia terbagi dalam tiga kriteria; Qalbun salim hati yang sehat, qalbun mayyit hati yang mati dan qalbun maridh hati yang sakit. Hati yang sakit qalbun maridh, ia senantiasa dipenuhi penyakit yang bersarang di dalamnya. Di antaranya; Riya’, hasrat ingin dipuji, hasad, dengki, ghibah, sombong, dan tamak. Orang yang memiliki qalbun maridh hati yang sakit akan sulit menilai secara jujur apapun yang tampak di depannya, Melihat orang sukses, timbul iri dengki, Mendapat kawan memperoleh karunia rezeki, timbul resah, gelisah, dan ujung-ujungnya menjadi benci. Dihadapkan pada siapapun yang memiliki kelebihan, hatinya akan serta merta menyelidiki bibit-bibit dan kekurangannya. Bila sudah ditemukan hatinya pun akan senang bukan kepalang, Ibarat menemukan barang berharga, ia pun lalu mengumbar dan mengabarkan bibit dan kekurangan orang itu kepada siapa saja, agar kelebihannya menjadi tenggelam. Sungguh malang dan kasihan orang yang kelakuannya seperti ini, hal ini terjadi karena hatinya yang dibiarkan sakit. Orang-orang seperti ini mengabaikan suara hatinya yang baik orang lain yang mengingatkan untuk tidak memperturutkan hawa nafsunya. Suara hati dan peringatan yang diberikan malah menambah sakit hatinya “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. QS. Al-Baqarah 10 Yang lebih parah adalah hati yang mati qalbun mayyit. Hati ini sepenuhnya di bawah kekuasaan hawa nafsu, sehingga ia terhijab dari mengenal Allah swt. Hari-harinya adalah hari-hari penuh kesombongan terhadap Allah, sama sekali ia tidak mau beribadah kepada-Nya, dia juga tidak mau menjalankan perintah dan apa-apa yang diridhai-Nya. Hati model ini berada dan berjalan bersama hawa nafsu dan keinginan-nya walaupun sebenarnya hal itu dibenci dan dimurkai Allah. Ia sudah tak peduli, apakah Allah ridha kepadanya atau tidak? Sungguh, ia telah berhamba kepada selain Allah. Bila mencintai sesuatu, ia mencintainya karena hawa nafsunya. Begitu pula apabila ia menolak, mencegah, membenci sesuatu juga karena hawa nafsunya. Bahkan perbuatan baik dan ibadahnya sepenuhnya dilakukan karena hawa nafsu. Firman Allah swt “Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. dan bagi mereka siksa yang amat berat al-Baqarah 7 Orang semacam ini, tindakannya akan melampau. Jika ia berkuasa, ia akan semena-mena terhadap orang yang dikuasainya. Ibadah dan perbuatan baik yang diakukan semata-mata untuk memperoleh kepuasan diri dan sanjungan manusia. * Penulis adalah Dosen IAIN Pontianak Oleh Hermansyah DALAM sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Nu’man ra, Rasulullah SAW bersabda “Ketahuilah bahwa dalam jasad itu terdapat segumpal darah, yang apabila ia baik maka baik pula seluruh jasadnya. Dan apabila ia rusak, maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa gumpal darah itu adalah hati. HR. Bukhari Muslim. Dalam lain, Rasulullah SAW bersabda Dari Abu Hurairah ia berkata Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda “Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk rupa kalian dan tidak juga harta benda kalian, tetapi Dia melihat hati dan perbuatan kalian”. HR. Muslim. Dari hadits di atas kita dapat memahami bahwa hati ternyata laksana komandan pasukan atau nakhoda sebuah samudera. Dimana segala perintah dan arah tujuan dari pasukan atau bahtera tersebut sangat ditentukan oleh sang jenderal atau nakhoda. Jika jenderal atau nakhodanya memiliki niat dan tujuan yang baik, insya Allah akan membawa pasukannya menuju kejayaan dan sampai kepada pelabuhan yang dituju dengan baik. Sebaliknya, jika ia memiliki tujuan yang jahat, maka pasukan atau kapal tersebut sedang berjalan ke arah yang negatif. Oleh karena itulah sangat penting bagi manusia untuk memiliki hati yang bersih guna menjadikan kehidupan kita benar-benar sedang melaju ke arah yang baik, yaitu keridhaan Allah SWT. Imamal-Ghazali mengungkapkan, “bahwa hati merupakan sesuatu yang paling berharga dalam diri manusia. Karena dengan hatilah, seseorang mampu mengenal Allah, beramal untuk mengharapkan ridha-Nya dan juga guna mendekatkan diri kepada-Nya. Sedangkan jasad pada hakekatnya hanyalah menjadi pelayan dan pengikut hati, sebagaimana seorang pelayan terhadap Sebaliknya hati yang buruk akan membawa manusia kepada kahancuran dan kenistaan. Sebuah perbuatan baik tidak ada ada nilai kebaikannya jika tidak dilandasi oleh hati atau niat yang tulus. Sebagian ulama mengibaratkan hati seperti cermin. Jika tidak dirawat dan dibersihkan, ia mudah kotor dan berdebu. Karena itu, Ibnul Qoyyim Al Jauziyah pernah mengatakan bahwa hati manusia terbagi dalam tiga kriteria; Qalbun salim hati yang sehat, qalbun mayyit hati yang mati dan qalbun maridh hati yang sakit. Hati yang sakit qalbun maridh, ia senantiasa dipenuhi penyakit yang bersarang di dalamnya. Di antaranya; Riya’, hasrat ingin dipuji, hasad, dengki, ghibah, sombong, dan tamak. Orang yang memiliki qalbun maridh hati yang sakit akan sulit menilai secara jujur apapun yang tampak di depannya, Melihat orang sukses, timbul iri dengki, Mendapat kawan memperoleh karunia rezeki, timbul resah, gelisah, dan ujung-ujungnya menjadi benci. Dihadapkan pada siapapun yang memiliki kelebihan, hatinya akan serta merta menyelidiki bibit-bibit dan kekurangannya. Bila sudah ditemukan hatinya pun akan senang bukan kepalang, Ibarat menemukan barang berharga, ia pun lalu mengumbar dan mengabarkan bibit dan kekurangan orang itu kepada siapa saja, agar kelebihannya menjadi tenggelam. Sungguh malang dan kasihan orang yang kelakuannya seperti ini, hal ini terjadi karena hatinya yang dibiarkan sakit. Orang-orang seperti ini mengabaikan suara hatinya yang baik orang lain yang mengingatkan untuk tidak memperturutkan hawa nafsunya. Suara hati dan peringatan yang diberikan malah menambah sakit hatinya “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. QS. Al-Baqarah 10 Yang lebih parah adalah hati yang mati qalbun mayyit. Hati ini sepenuhnya di bawah kekuasaan hawa nafsu, sehingga ia terhijab dari mengenal Allah swt. Hari-harinya adalah hari-hari penuh kesombongan terhadap Allah, sama sekali ia tidak mau beribadah kepada-Nya, dia juga tidak mau menjalankan perintah dan apa-apa yang diridhai-Nya. Hati model ini berada dan berjalan bersama hawa nafsu dan keinginan-nya walaupun sebenarnya hal itu dibenci dan dimurkai Allah. Ia sudah tak peduli, apakah Allah ridha kepadanya atau tidak? Sungguh, ia telah berhamba kepada selain Allah. Bila mencintai sesuatu, ia mencintainya karena hawa nafsunya. Begitu pula apabila ia menolak, mencegah, membenci sesuatu juga karena hawa nafsunya. Bahkan perbuatan baik dan ibadahnya sepenuhnya dilakukan karena hawa nafsu. Firman Allah swt “Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. dan bagi mereka siksa yang amat berat al-Baqarah 7 Orang semacam ini, tindakannya akan melampau. Jika ia berkuasa, ia akan semena-mena terhadap orang yang dikuasainya. Ibadah dan perbuatan baik yang diakukan semata-mata untuk memperoleh kepuasan diri dan sanjungan manusia. * Penulis adalah Dosen IAIN Pontianak
Ilustrasi hadits tentang istiqomah. Foto Freepik. Istiqomah merupakan salah satu akhlak yang penting untuk dimiliki setiap Muslim. Istiqomah diartikan sebagai sikap konsisten dalam menjalankan kewajiban dan berbuat bahasa, istiqomah berasal dari kata qaama yang memiliki arti berdiri, tegak, dan lurus. Sedangkan secara istilah, istoqomah diartikan sebagai sikap konsisten dan berpendirian teguh terhadap ketetapan Allah telah memerintahkan kepada Nabi Muhammad dan seluruh umatnya untuk beristiqomah. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Hud ayat 112 yang artinya“Maka istiqomahlah engkau Muhammad sebagaimana engkau diperintah untuk itu beserta orang-orang yang bertaubat bersamami, dan janganlah kalian berlaku melampaui batas. Sungguh, Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” QS. Hud112Dikutip dari buku Meniti Jalan Istiqomah oleh Syekh Musnid al-Qahthany, istiqomah juga dianjurkan oleh Rasulullah dalam berbagai riwayat hadits. Salah satunya dalam hadits riwayat Muslim. Dari Sufyan bin Abdullah, dia bertanya kepada Rasulullah“Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku satu perkataan dalam Islam. Sehingga aku tidak lagi bertanya kepada seseorang selain engkau.” Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Katakanlah Saya beriman kepada Allah, kemudian istiqomahlah.” HR. MuslimDalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda "Istiqamahlah dan hendaklah engkau perbaiki akhlaqmu kepada manusia.” HR. Al Hakim dan Ibnu HibbanDari kedua hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa istiqomah adalah hal yang sangat penting bagi umat Muslim. Istiqomah dalam Islam dibagi ke dalam berbagai bentuk, apa saja? Bentuk-Bentuk IstiqomahIlustrasi hadits tentang istiqomah. Foto Freepik. Sebagian ulama berpendapat bahwa istiqomah terjadi secara lahir maupun batin. Dikutip dari buku Pendidikan Akhlak Berbasis Hadits Arba'in An Nawawiyah oleh Dr. Saifudin Amin, MA., istiqomah secara umum dibagi menjadi tiga macam, yakniIstiqomah hatiHati merupakan tempat iman seseorang. Apabila hati telah istiqomah dan tunduk atas segala perintah Allah, seorang Muslim akan selalu menjadikan-Nya sebagai tujuan serta tumpuan dari segala doa dan harapannya. Rasulullah SAW bersabda “Ketahuilah, bahwa di dalam badan terdapat segumpal darah. Jika iabaik, maka semua aggota badan akan baik. Jika ia rusak, maka semua anggota badan akan rusak. Segumpal darah tersebut adalah hati.” MajahLisan merupakan salah satu nikmat yang diberikan Allah kepada manusia. Jenis istiqomah ini menjadi istiqomah yang paling penting setelah istiqomah hati. Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah riwayat hadits Tirmidzi yang artinyaDari Abu Saidal khudri, Rasulullah SAW bersabda “Apabila anak Adam berada pada waktu pagi, anggota-anggota tubuhnya tunduk kepada lisan dan berkata, bertakwalah kepada Allah dalam memimpin kami karena sesungguhnya kami adalah pengikutmu, ika kamu menempuh jalan yang lurus beristiqamah, kami juga menempuh jalan yang lurus, dan jika kamu menempuh jalan yang bengkok, kami juga menempuh jalan yang bengkok.” HR. Tirmidzi dan AhmadIstiqomah perbuatan ialah tekun bekerja atau melakukan amalan hanya untuk mencapai ridhai Allah. Adapun ciri-ciri orang yang istiqomah dalam perbuatan, yaitu selalu menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya, melaksanakan sholat lima waktu dengan tidak menunda-nunda, senantiasa berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari, dan mendahulukan kewajiban daripada perkara yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya pasti memiliki banyak manfaat dan keutamaan. Apa saja keutamaan istiqomah?Keutamaan IstiqomahIlustrasi hadits tentang istiqomah. Foto dari buku Ilmu Tasawuf sebagai Penguatan Mental-Spiritual dan Akhlak oleh Dr. H. Imam Kanafi, beberapa keutamaan istiqomah djelaskan dalam surat Fushilat ayat 30-32. Mereka yang istiqomah akan dijauhkan oleh Allah dari rasa sedih dengan apa yang terjadi di masa lalu. Selain itu, akan dihilangkan rasa khawatir akan kehidupan di masa yang akan yang istiqomah juga diberikan perlindungan oleh Allah di dunia. Allah juga berjanji akan memberikan surga tempat segala kenikmatan dan kebahagiaan kepada orang-orang yang beristiqomah di jalan-Nya.
hadits tentang hati segumpal darah